Teman Lama & Tas Merk Asli
Selasa, Januari 29, 2008 15.30

Teman Lama & Tas Merk Asli


Waktu aku di Surabaya, sepulang dari Shanghai, aku cepat-cepat menghubungi sana sini dari teman lama sampe teman baru kalo aku sekarang uda di Surabaya, jadi aku ngajak mereka untuk ketemu kumpul-kumpul bareng. Senang banget! So enthusiastic too! Waktu kaya gini ini yang aku tunggu-tunggu, bisa makan bareng, guyon bareng, ngobrol yang ngaco-ngaco, ketawa-ketiwi gak jelas….ahhhh,emang enak kalo bisa bersama teman-teman seperti ini terus!\^o^/

Aku telpon temanku yang sama satu kampung dari Kalimantan ini, kita uda lama gak ketemuan, mungkin sekitar 2-3 tahunan. Waktu aku di Shanghai, temanku ini uda janjiin mau ngajak aku makan, dan sekarang waktunya aku menagih!!!!Hahaha,senangnya saya ditraktir!!!! Apalagi makan kepiting telor asin di Layar yang terkenal ENAK!!!!(sengaja pilih ini soalnya agak mahal, mumpung ditraktir). Kita janjian dan aku jemput dia di rumahnya soalnya mobilnya dia lagi dipake. Temanku ini ngajak sepupunya yang masih SD, dan kita makan dengan riang gembira karena makanannya enak dan gratis! (makanan gratis kebanyakan enak XD). Yang namanya pertemanan kalo uda lama gak ketemu seperti aku dan temanku ini, pasti banyak cerita, gossip, de el el yang diomongkan…Dan aku bener-bener menikmati masa itu, kita ngobrol ngalor ngidul gak jelas, tanya ini itu, bernostalgia jaman SD kita seperti apa, ngomongin teman-teman SD kita soalnya aku sama dia SD nya bareng dan setelah itu kita pisah, aku pindah ke Surabaya. Dan yang most interesting aku bisa pake bahasa dan logat kampung kita!!! Makan enak, ngobrol enak, terus kita pergi ke PTC soalnya dia mau beli barang dan aku juga mau tukar DVD yang aku sebelumnya beli, DVD nya rusak, macet di tengah-tengahnya. Sampai di PTC, dia ngajak ke Disc Tara mau beli CD. Abis gitu, kita pergi ke toko DVD langganan ku, dan aku tukar DVD ku. Selama di PTC itu kita masih terus ngobrol, tiba tiba dia tanya “Ya, tas mu ini asli kah ??” Beberapa detik aku kaget…diam sekitar 3 detik aku jawab “Hah…gak mungkin asli lah, dan lagian aku juga gak ngerti, ini tas emang ada asli atau palsunya ya ?”. Waktu itu aku ngerasa bego juga, soalnya aku kurang pay attention sama yang namanya merk-merk barang, jadi waktu aku beli tas yang aku pakai ini, aku lihat tas ini bagus ya udah beli aja…(note:bisa dapet murah setelah nawar satu jam!bener-bener perjuangan). Dan saat itu juga aku ngerasa aku kuntil (kuno). Temanku kaget juga dengar jawabanku, dan tanya lagi,” Lo, kenapa gak beli yang asli ? Masa kau sama sekali gak punya yang asli ?”.

“Aku gak punya uang, belum kerja, gak bisa beli yang asli, yang asli kan mahal.”

“Ya gak apa-apa sekali-sekali beli yang asli, kan kau bisa minta sama mama papa mu lah.”

Dan aku cuma cengar-cengir sama dia…Gimana bisa minta sama bonyok ? Uang sekolah, uang jajan, tempat tinggal, etc aja masih minta semua. Ini masih mau ditambah tas merk asli yang bisa buat bayar uang sekolah 1 tahunan. Tidak! Aku malu! Apalagi tas ini seperti yang temanku bilang, supaya bisa dipandang. Dipandang seperti apa emang? Dipandang punya uang kah? Atau dari keluarga kaya kah? So? Iya kalo aku sudah berkerja dan punya gaji tinggi, dan karena aku mampu beli barang-barang bermerk seperti itu. Tapi ini aku masih minta sama bonyok! Masih belum mandiri! Malu….Apalagi kalo pas pakai barang seperti itu, dan temanku lihat terus tanya “Is it yours ? How come ? You are so small and you have like this kind of things but you haven’t have any job.” Geez….apa mukaku tidak seperti dilempar tai ?? (ungkapan yang sering dikatakan bapak ku kalo uda malu banget). Terlebih kalo pake barang bermerk seperti itu di Shanghai, dimana apa-apa di Shanghai banyak palsuannya!!!Hahaha, biar asli gimanapun kalo model ku gak meyakinkan, tetep aja mah dibilang itu barang palsu. Masa mau pasang tulisan gede-gede ditempel dan tulisannya THIS IS ORIGINAL?! Ditambah lagi pake barang bermerk asli, ehh…kemana-mana naik bis sama naek MRT, apa kata dunia?????Hahaha, bisa diketawain dunia aku….jelas-jelas malu sekali!

Aku heran melihat perubahan teman lama ku ini. Yah, aku ngerti dimana kita udah lama banget gak bertemu, dan waktu yang cukup lama ini mengubah seseorang menjadi orang lain. Padahal kita dibesarkan di kampung kecil, lingkungan kita gak menunjukkan adanya konsumerisme. Bisa dibilang aku lebih dulu mengenal konsumerisme karena aku pindah ke Surabaya saat kelas 3 SD. Surabaya yang jauh lebih besar. Begitu juga dengan teman-temanku di sekolah yang rata-rata dari kalangan menengah ke atas…kadang aku minder, malu..aku dari kampung yang supermarket aja cuma ada tiga biji, boro-boro ada Mall.…Sewaktu pindah ke Shanghai buat sekolah, di Shanghai lebih gila lagi. Dibandingkan Surabaya, Shanghai lebih besar dan lifestyle nya lebih “wah” lagi. Pertama kali aku datang, aku tergoda untuk mencicipi ke’wah’annya Shanghai. Sering pergi clubbing sama teman-teman, makan di restoran yang mahal,shopping famous branded things, dan aku mengira I can get many friends from here….but after that, I realized, I got nothing! Aku ngerasa nyesel, udah waste money di tempat yang gak bener, waste money not wisely, padahal bapak dan mama aku mempercayakan uang itu sama aku. Serasa menyalah gunakan kepercayaan, sungkan and feel so guilty. Kalo My Super Big Dad tau aku bertingkah seperti itu di Shanghai, bisa-bisa dipulangkan kembali gak usah sekolah di Shanghai!Hahaha, untung Mr. Z satu itu gak bisa internetan….

Temanku itu menanyakan sebuah pertanyaan yang membuat aku merenungkan pertanyaannya itu. Dia tanya sebenarnya gimana membedakan antara tas asli dan tas palsu. Aku menjawab tergantung yang memakai tas itu. Kalo yang bawa tas itu nyonya-nyonya kaya biarpun pake tas palsu, yah tas itu tetep dianggap asli. Kalo yang pake aku, yah biar asli juga tetep dibilang palsu, dan temanku langsung melengos pergi. Pertanyaan dia membuat aku mikir, bagaimana membedakan orang yang asli dan palsu, which I mean here is, orang yang berpendidikan atau gak, orang yang ‘berisi’ dan yang ‘kosong’, etc. Susah! Jaman sekarang dikaburkan dengan penampilan luar. Dan ironisnya biarpun orang-orang itu tau kalo penampilan luar itu bersifat semu, tetep kekeuh aja mengandalkan penampilan luar dibandingkan yang lainnya. Sampe akhirnya dalem-dalem jeroannya gak diurus, otak gak diasah, disia-siain, padahal mampu. Bener-bener pemandangan yang menyedihkan…T_T

Aku juga belajar, belajar dari hari-hari menakjubkan yang aku jalani. Dan aku juga berharap teman-teman diluar sana juga mau belajar dari kehidupan keseharian yang dilewati. Hari-hari yang kita lewati begitu menakjubkan dan banyak yang dapat kita ambil dan pelajari untuk menjadi orang yang lebih baik. Tips dari aku : belajar untuk lebih peka terhadap sekeliling!

Hal yang paling menyedihkan dalah hidup manusia itu adalah menjalani hidup yang tidak bermakna.

Jadilah seperti manusia yang mempunyai hati dan akal budi, bukan hanya sekedar seonggok daging yang dapat berjalan dan berbicara.

Suatu hari aku ingin mendengar ada orang yang berkata untuk aku :

“She is rich because of her attitude and her heart.” ^0^v



0 comments
Detenteur
i am the one who hold these stringsLia is the holder's name.
my strings bond to every single part of my life
follow these strings and be my "string" =)

Strings attached
stare and be in the middle of rain
wet soil's smell
wet leaves' smell
photography
people
people's love story

La Boucle
go to class everyday
special "bond"
Diana F+ Deluxe Package
new lens for my camera
spring's picnic
internship / part-time job
new toilet
iga penyet Leko

The Gigs!
still in process

Kinky time!


Strings
Christa
Nopi
d-Bee
Esmee
Livia
Eugenie
Estherine
FISO
Goenawan Mohamad
Jason Mraz
Cassey: inspiration string

the spools
Januari 2008
Februari 2008
Maret 2008
April 2008
Mei 2008
Juni 2008
Juli 2008
Agustus 2008
Oktober 2008
November 2008
Januari 2009
Februari 2009
Maret 2009
Juni 2009
September 2009
Oktober 2009

Thank you
Skin by 'POP
Base code by DancingSheep
ONE | TWO | THREE